Oracle TimesTen In-Memory: Database Ringan Dari Oracle


Banyak temanku beranggapan bahwa Oracle Database adalah database yang berat karena berbagai ragam fiturnya. Dan mereka tidak salah. Banyak yang tidak tahan menunggu loading Oracle Database mereka di komputer pribadi. Aku yakin mereka pasti akan senang mencoba memakai Oracle TimesTen In-Memory, sebuah database embedded buatan Oracle untuk aplikasi yang membutuhkan responsibilitas tinggi. TimesTen In-Memory tetap menggunakan standard SQL, JDBC dan ODBC untuk akses datanya.

Yang membuat TimesTen cepat adalah cara kerjanya yang menganggap data secara garis besar berada di memori sehingga mengurangi akses ke media penyimpanan (harddisk). Database lain pada umumnya menganggap data tersimpan di media penyimpanan (harddisk), sehingga sering melakukan penyesuaian data di media penyimpanan dan data di memori. Selain itu, database relational pada umumnya melakukan komunikasi ke aplikasi melalui jalur komunikasi tertentu, misalnya Oracle Database memiliki Listener yang berkomunikasi dengan program client melalui jaringan TCP/IP. Sementara itu, Oracle TimesTen adalah embedded database yang ditanamkan langsung pada aplikasi client dan berjalan sebagai proses yang sama dengan aplikasi client, sehingga beban untuk komunikasi dengan database dapat dikurangi. Walaupun demikian, Oracle TimesTen juga tetap dapat difungsikan sebagai database client-server jika dibutuhkan.

Oracle TimesTen juga dapat digunakan untuk mengurangi beban RDBMS berbasis disk. Sebagai contoh, setiap aplikasi client di kantor cabang yang perlu memproses data secara cepat masing-masing dilengkapi dengan database Oracle TimesTen. Mereka nantinya akan menyimpan data untuk analisa, audit dan pengarsipan ke Oracle Database di kantor pusat melalui Transfer Agent. Dengan demikian, aplikasi akan lebih scalable (misalnya masih dapat menerima cabang-cabang baru nantinya tanpa banyak perubahan di sisi aplikasi).

Aku akan mulai dengan mencoba instalasi Oracle TimesTen In-Memory 7.0.5 yang bisa di-download di http://www.oracle.com dengan ukuran sekitar 54 MB. Setelah men-extract file ZIP, menjalankan file Setup.exe, mengisi lokasi direktori, aku akan dihadapkan dengan pilihan untuk mengaktifkan Datastore Access Control. Fitur ini memungkinkan untuk memberikan privilege (pembatasan akses) terhadap user. Perlu diperhatikan bahwa tidak seperti di database Oracle, pembatasan ini berlaku secara global. Setelah itu, jika meng-install Server TimesTen, aku dapat menentukan port yang dipakai (default berupa 17002). Di akhir instalasi, aku dapat menentukan port yang akan dipakai oleh webserver (default berupa 17004). Untuk memastikan instalasi berlangsung dengan benar, aku dapat memeriksa apakah di bagian Services Windows, terdapat entri TimesTen Data Manager 7.0. Aku juga dapat memeriksa apakah tool berbasis web Cache Administrator dapat dijalankan dengan membuka URL http://localhost:17004/cache. O ya, setelah aku perhatikan, aplikasi berbasis web ini memakai CGI dengan interpreter Perl. Sungguh nostalgia dengan CGI setelah sekian lama melihat Application Server dimana-mana.

Sekarang, aku akan mencoba membuat sebuah “database” baru. Aku mulai dengan memilih Control Panel, Administrative Tools, Data Sources (ODBC). Lalu pada tab User DSN, aku men-klik tombol Add. Pada pilihan driver yang muncul, aku memilih TimesTen Data Manager 7.0. Setelah itu, aku dihadapkan dengan dialog TimesTen ODBC Setup untuk membuat data source baru. Aku mengisi Data Source Name dengan LatihanDSN. AKu juga mengisi Data Store Path, Log Directory, serta menyesuaikan beberapa parameter lainnya sebelum menekan tombol OK.

Sekarang, aku akan mencoba melakukan koneksi melalui utility ttIsql. Tool ini hampir serupa dengan SQL*Plus di Oracle. Aku memulai koneksi dengan memberikan perintah berikut:

connect "DSN=LatihanDSN";

Setelah itu, aku akan mendapatkan pesan Connection successful yang menandakan bahwa database baru ini siap dipakai. Beberapa perintah yang berguna dalam ttIsql, misalnya, autocommit 0; untuk menonaktifkan modus autocommit, describe namatabel; untuk melihat struktur tabel, dssize untuk melihat alokasi memori, dan monitor untuk informasi yang lebih detail. Perintah timing 1; dapat dipakai untuk memunculkan waktu eksekusi untuk kebanyakan perintah yang ada.

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: