Tomcat Native Library: Bagaimanapun Asli Tetap Lebih Cepat


Sebagai seorang programmer yang mencintai kebebasan, dari awal saya tidak berharap terlalu banyak pada Java. Program yang dibuat dengan Java berjalan pada lapisan virtual, sehingga saya tidak dapat memprogram mesin komputer secara leluasa. Maklum, lapisan virtual ini dirancang untuk tetap sama diberbagai platform yang berbeda. Pertanyaannya adalah, jika ingin menyamakan semua platform, lalu bagaimana dengan kelebihan masing-masing platform yang tidak dimiliki platform lainnya? Itu sebabnya sebagai programmer di platform Windows, saya masih menghabiskan waktu bersama Visual C++. Sementara Java cukup mempan dipakai untuk mencari duit (baca: bekerja). Java memungkinkan programmer bekerja dengan cepat dan meningkatkan learning curve; sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh industri software.

Kembali ke laptop: Untuk meningkatkan kinerja Apache Tomcat pada production, saya dapat memanfaatkan Tomcat Native Library. Untuk versi Windows, Tomcat Native Library tersedia dalam bentuk file dll (dynamic linking library), dengan nama tcnative-1.dll jika mendownload versi binary-nya. O ya, Tomcat Native Library menggunakan Apache Portable Runtime (APR). Ini adalah static library yang berisi sekumpulan API untuk hal-hal yang platform-dependent (spesifik pada platform tertentu). Source APR terdapat dalam bentuk C/C++, tersedia untuk platform Windows, Linux/Unix, OS2, Netware, dsb. Pada distribusi Windows, source tersebut dapat di-build dengan menggunakan Visual C++. Aku perlu mendownload APR hanya jika aku men-build Tomcat Native Library dari source. Jika aku men-download versi binary, satu-satunya yang aku butuhkan hanya file tcnative-1.dll.

Pada saat menjalankan Tomcat tanpa native library, aku akan mendapatkan salah satu baris berikut di output logger/console-nya:

INFO: The APR based Apache Tomcat Native library which allows optimal performance in production environments
was not found on the java.library.path: ...

Untuk mengaktifkan native library, aku hanya perlu meletakkan lokasi folder yang mengandung tcnative-1.dll ke dalam environment variable PATH. Atau, jika aku memakai Eclipse misalnya, aku dapat men-set property java.library.path. Pada perspektif Java EE di Eclipse, aku dapat men-double click nama server, lalu men-klik Open Launch Configuration pada halaman Overview yang muncul. Lalu aku muncul kotak dialog Edit Configuration. Disini aku memilih tab Arguments, lalu pada bagian VM Arguments, aku menambahkan baris seperti berikut ini:

-Djava.library.path="C:\lokasi_folder_dll_native"

Sekarang, jika aku menjalankan server Apache Tomcat, aku akan mendapatkan baris seperti ini:

INFO: Loaded APR based Apache Tomcat Native library 1.1.16.

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: