Eclipse: Membuat Aplikasi JEE


Aplikasi JEE yang aku maksud disini adalah aplikasi yang di-deploy dalam bentuk file EAR. Ada banyak cara yang dapat ditempuh dalam membuat program JEE, seperti melalui Ant script. Yang akan aku coba disini adalah cara yang paling otomatis dan paling ter-integrasi dengan Eclipse + plugin JST (J2EE Standard Tool) dan WST (Web Standard Tool). Kedua plug-in tersebut adalah plug-in dasar yang membentuk “Eclipse for JEE”. Jika aku hanya memiliki Eclipse JDT (Java Development Tool), versi standar untuk JSE, aku tetap bisa men-coding program JEE, tentunya harus deploy dengan cara manual: Ant script; serta tanpa syntax highlighting dan editor khusus untuk komponen JEE. Lagipula, semua terserah ke cara yang paling disukai individu masing-masing, mungkin saja ada programmer yang suka men-coding EJB di notepad/vim, men-jar manual, men-deploy (baca: men-copy) dengan mengetik di command prompt, dst… Banyak cara untuk menempuh tujuan; yang membedakan hanya seberapa rumitnya (tingkat kerennya) dan seberapa letihnya🙂 Tentunya, jika seseorang memilih cara yang paling efisien, ia dapat meningkatkan produktifitasnya dan dapat pulang lebih awal (seharusnya?).

Langkah pertama yang aku lakukan agar pengembangan aplikasi di JEE bisa lebih terintegrasi dengan Eclipse adalah mendefinisikan sebuah server. Caranya adalah dengan berpindah ke perspective “Java EE” (hanya ada jika meng-install plugin WST). Lalu, aku memilih menu “Window“, “Show View“, dan memilih “Servers“. Pada window “Servers” yang muncul, aku men-klik kanan mouse, memilih menu “New“, “Server“. Lalu akan muncul dialog “New Server“. Langkah pertama adalah memilih server JEE. Karena aku memakai JBoss 5, aku memilih “JBoss v5.0“. Setelah itu aku dapat memberi nama pada server, menambah server runtime environment dengan men-klik link “Add…” (dimana aku dapat memilih JRE yang dipakai, dan lokasi instalasi JBoss). Pada halaman berikutnya, aku dapat men-konfigurasi alamat server JBoss, port yang dipakai, dan server configuration yang dipakai (misalnya: default, all, minimal, dsb).

Untuk menguji apakah server JBoss dapat dijalankan, aku men-klik kanan pada nama server yang barusan aku definisikan, lalu memilih menu “Start“. Eclipse akan segera menjalankan run.jar milik JBoss, sama seperti yang dilakukan oleh run.bat saat aku menjalankan JBoss di command prompt. Aku cukup terkejut saat sesaat kemudian, console Eclipse memunculkan banyak pesan kesalahan dan server JBoss gagal dijalankan! Kenapa bisa begitu? Aku men-double click nama server di window “Server” sehingga muncul editor baru di workbench Eclipse. Lalu aku memilih link “Open launch configuration“. Disini aku dapat mengatur pengaturan classpath dan parameter yang di-pass ke JVM saat Eclipse menjalankan run.jar milik JBoss. Aku membandingkan parameter yang ada disini, dengan parameter yang ada di run.bat. Akhirnya aku menemukan satu perbedaan, yaitu pada parameter java.endorsed.dirs. Akupun segera menambahkan baris berikut di bagian “VM Arguments“:

-Djava.endorsed.dirs="C:\jboss-5.0.0.GA\lib\endorsed"

Dimana, “C:\jboss-5.0.0.GA” adalah direktori yang berisi instalasi JBoss. Setelah men-klik tombol “OK”, aku menjalankan ulang server JBoss. Kali ini server dapat dijalankan dengan mulus tanpa masalah. Well done! Sekarang aku dapat menjalankan (dengan “Start“), mematikan (dengan “Stop“), dan mendebug (dengan “Debug“) server JBoss langsung dari dalam Eclipse.

Berikutnya, aku dapat membuat sebuah project EAR dengan memilih menu “File“, “New“, “Enterprise Application Project“. Pada window “New EAR Application Project” yang muncul, aku dapat mengisi nama project, menentukan server JEE yang dipakai (btw, aku tidak dapat memakai Tomcat karena Tomcat tidak mendukung EAR), dan menentukan EAR version. Setelah itu pada halaman berikutnya, aku dapat menentukan module apa saja yang dimiliki oleh project ini. Pilihannya ada empat, yaitu “Application client module” (untuk aplikasi client seperti applet atau swing yang mengakses layanan JEE nantinya), “EJB module“, “Web module“, dan “Connector module“. P.S: Tomcat disebut tidak mendukung JEE secara penuh, karena ia hanya mendukung “Web module” yang outputnya berupa file WAR. Setelah men-klik tombol “Finish“, aku akan mendapatkan lebih dari satu project! Ada sebuah EAR project, dan sisanya adalah project yang berisi facet module untuk EAR project tersebut.

Langkah berikutnya adalah membuat Eclipse secara otomatis men-deploy aplikasi EAR ke server JBoss. Aku kembali membuka window “Servers” dan men-klik kanan pada server JBoss, kemudian memilih menu “Add and Remove…” Pada bagian “Available“, aku memilih EAR project yang barusan aku buat, kemudian men-klik tombol “Add >“. Setelah men-klik “Finish“, aku kembali menjalankan server JBoss. Kali ini, sebelum program JBoss dipanggil, Eclipse akan men-build file EAR terlebih dahulu, kemudian men-copy file tersebut ke folder “deploy” milik JBoss. Semuanya berlangsung secara otomatis!

Sebuah project JEE telah ter-setup dengan baik. Aku tinggal memulai proses development dengan men-koding pada setiap module yang merupakan facet dari EAR project. Misalnya, jika aku sebelumnya memilih “Web module“, aku dapat mulai dengan menambahkan file JSP di folder “WebContent” di module project tersebut. Aku dapat langsung memanggil JSP tersebut dari browser tanpa harus me-restart server, karena Eclipse akan mendeteksi perubahan setiap selang waktu tertentu dan secara otomatis men-deploy EAR yang baru. Proses development pun bisa berlangsung nyaman dan mudah, setidaknya seharusnya begitu🙂

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: