Startup Di Linux


Untuk sementara selama beberapa bulan ini, aku harus berpisah dengan notebook kesayanganku.  Hari-hari akan terasa sangat berat untuk dilalui tanpa sebuah komputer.  Untung saja masih ada game PSP yang belum aku tamat-kan.  Dan juga ada notebook kantor yang sesekali dapat aku bawa pulang.  Aku tidak terlalu bangga dengan Intel Pentium M dan memori 768 MB di tahun 2009 ini.  Tapi ini lebih baik daripada tidak ada notebook sama sekali.

Notebook tersebut berisi sistem operasi OpenSUSE 11.  Sebagai pengguna Windows, aku harus membiasakan diri dengan Linux/Unix.  Ini adalah tuntutan pekerjaan.  Aku menggunakan gcc dan Eclipse sebagai GUI editor.  Aku memakai libtool untuk membuat shared library dan dynamic library secara otomatis.  Aku melakukan IPC dengan shared memory.  Aku membuat program berbasis GUI dengan XLib…  Semua ini berbeda dengan Windows dan Visual C++ nya…

Mmmh..di hari minggu ini seharusnya aku tidak memikirkan kerjaan.  Lebih baik aku meng-otak-atik sistem operasi Linux di notebook yang aku bawa pulang kemarin.  Aku melihat ada beberapa daemon yang berjalan secara otomatis saat sistem operasi berjalan, seperti mail server dan ssh daemon. Aku tidak membutuhkan mereka, jadi aku bisa mematikannya untuk menghemat memori.  Di Windows, aku dapat menggunakan tool msconfig atau meng-edit registry.  Tapi bagaimana dengan Linux?

Di distro openSUSE, program-program yang dijalankan otomatis memiliki symbolic link yang terletak di direktori /etc/init.d/rcX.d, dimana X bisa berupa angka yang menunjukkan run level, seperti rc0.d, rc1.d, rc2.d, dan seterusnya.  Contoh file symbolic link-nya seperti S11postfix.  Huruf awal “S” menunjukkan program ini akan dikerjakan saat startup sistem operasi.  Jika huruf awal-nya “K”, program tersebut akan dikerjakan saat sistem operasi di-shutdown.  Angka 00-99 setelah huruf “S” atau “K” menunjukkan nilai prioritas.  File yang nilai angka prioritas-nya lebih kecil akan dikerjakan lebih dulu sebelum file yang nilai angka prioritas-nya  lebih besar.

Aku segera menghapus symbol link seperti postfix, sshd dan avahi-daemon.  Aku tidak membutuhkan program-program itu, karena mereka hanya membuka port yang memungkinkan seseorang melakukan koneksi ke sistem operasi.

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: