Java, C# dan PHP


Setelah tiga bulan ini menjadi tenaga pengajar, saya mendapat cukup banyak pengalaman baru.  Melihat dunia pendidikan dari perspektif yang berbeda benar-benar mencengangkan!  Saat mahasiswa menanti-nanti tibanya libur, para dosen berdoa supaya tidak banyak libur.  Maksudnya supaya honor salary bulan tersebut tidak berkurang😉

Saya juga kini banyak berkutat dengan salah satu bahasa pemograman yang dulu cukup saya jauhi, yaitu PHP.  Saya masih ingat salah satu pertanyaan teknis saat interview pada posisi Java developer adalah membandingkan antara PHP dan Java.  Dalam benak saya, PHP adalah solusi yang inferior dibanding Java.  Tapi setelah mulai sering menggunakan PHP, bahasa tersebut sudah mengalami banyak kemajuan dibandingkan pada saat pertama kali saya mengenalnya.

PHP 5 sudah mendukung OOP sama seperti Java.  Bila itu tidak cukup, dukungan library OOP-nya juga lengkap (walaupun mungkin tidak selengkap Java).  PHP menggunakan PEAR sebagai framework repository untuk mengelola library OOP tambahan.  Dengan PEAR2, dimana Pyrus menggantikan PEAR installer yang lama, proses instalasi library baru dapat dilakukan dengan mudah.  Walaupun mungkin tidak semudah menambahkan sebuah JAR baru ke dalam folder lib di Java.  Saya mengambil analogi bahwa Pyrus (PEAR2) di PHP sama seperti Apache Maven di Java.

Kesimpulan saya pada akhirnya adalah PHP adalah solusi bagi mereka yang cenderung aktif di otak kanan.  Walaupun tidak begitu terstruktur, PHP5 digabungkan dengan berbagai solusi lain seperti Zend Framework (wajib!), memcached, native compiler, dan sebagainya, dapat menghasilkan sebuah aplikasi web sehandal facebook dan wordpress.

Lalu ada lagi yang namanya Visual C#.  Yang ini belum pernah saya sentuh sama sekali, tapi begitu mulai mempelajarinya, sama sekali tidak ada kesulitan yang ditemui.  Maklum, saya rasa ini adalah ‘tiruan’ Java.  Secara resmi, Microsoft menyatakan bahwa C# adalah perbaikan dan penyederhanaan dari C++, tapi entah kenapa saya masih merasa kalau yang disederhanakan adalah Java.  Sepertinya, C# dan Java akan saling bersaing menukar fitur.  Soalnya bukan hanya C# yang meniru Java, tapi akhirnya Java juga mengambil beberapa kelebihan C# (hukum alam?) seperti autoboxing.

Tapi dari sisi portabilitas, C# tidak dapat menandingi Java.  Platform .NET saat ini hanya tersedia di Windows dan Linux, sementara Java punya tambahan di Solaris (UNIX).  Mungkin saja nanti platform tidak akan menjadi masalah lagi jika infrastruktur IT dialihkan ke cloud nantinya.

Kesimpulannya, apapun bahasa dan teknologi-nya, jika team dan architect memiliki pengalaman yang memadai, pasti akan menghasilkan produk secara efisien dan efektif (tanpa melihat dari sisi cost licensing😉

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: