Memakai J2ME Polish Di Dalam NetBeans


J2ME?  Sebuah nama yang masih mewakili generasi lama, karena Sun (kini dibeli Oracle) sudah lama mengganti nama Java 2 Micro Edition (J2ME)  menjadi Java Micro Edition (JME).  Dari sisi teknologi sendiri, kini sudah ada Java FX yang semakin didukung.  Lalu kenapa masih memakai J2ME Polish?

J2ME Polish adalah sebuah framework tambahan dari Enough Software dan bersifat open-source.  J2ME Polish terdiri atas beberapa komponen, seperti:

  • Lush,  untuk perancangan user interface.
  • Janus, untuk transcoding aplikasi Java Micro Edition ke BlackBerry atau Android.
  • Touch, untuk mempermudah pemograman networking.
  • Trunk, untuk menyederhanakan proses menyimpan dan membaca data.
  • Marjory, merupakan kumpulan database yang berisi informasi perangkat mobile, yang dihimpun bersama oleh komunitas.

Pada konotasi secara umum dan juga pada artikel ini, J2ME Polish sering dirujuk dengan komponen Lush-nya, sehingga asumsi-nya J2ME Polish adalah framework berbasis GUI.

Jika memang demikian, apa kelebihan framework user interface di J2ME Polish?  Pada beberapa framework lain, seperti Kuix (Kalmeo User Interface eXtensions), tampilan user interface digantikan sepenuhnya dengan menggunakan XML.  J2ME Polish mengambil pendekatan yang berbeda, dimana J2ME Polish tetap menggunakan class-class LCDUI seperti class Form dan turunan Item (TextField, StringItem, dsb).  Hal ini berarti untuk beralih dari proyek yang sudah ada ke J2ME Polish, programmer tidak perlu mengubah kode program yang sudah ada.  J2ME Polish tentu saja juga menyediakan class-class tambahan, seperti TabbedForm, TreeItem, dan sebagainya.  Setiap komponen tersebut dapat di-customize dengan membuat sebuah file teks yang menggunakan syntax CSS.

Kelemahan J2ME Polish, sama seperti framework lainnya yang bukan merupakan bagian dari standar Java, adalah ukuran JAR yang meningkat beberapa kilobyte.  Ini karena JAR harus menyertakan kode program J2ME Polish.

File JAR J2ME Polish dapat di-download di http://www.enough.de/products/j2me-polish/download.  File berukuran sekitar 52 MB tersebut merupakan sebuah aplikas Java Standard Edition yang berfungsi sebagai installer.  Ketik perintah berikut di command prompt untuk memulai proses instalasi:

java - jar j2mepolish-2.2.1.jar

Installer akan meminta beberapa informasi lokasi direktori, seperti lokasi instalasi NetBeans dan Java ME Platforms SDK.  Installer juga menawarkan untuk menyiapkan sebuah plugin bagi NetBeans sehingga NetBeans dapat langsung menjalankan MIDlet yang memakai framework J2ME Polish.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan bila melakukan instalasi plugin J2ME Polish untuk  NetBeans 7  di Windows 7 adalah  jangan lupa menjalankan NetBeans 7 dengan hak akses administrator.  Bila pada saat melakukan update plugin, NetBeans 7 tidak memiliki hak akses administrator, ia akan terus me-restart dirinya sendiri walaupun aplikasinya sudah ditutup.   Solusinya, tutup NetBeans 7 melalui Task Manager, kemudian jalankan kembali NetBeans 7 dengan men-klik kanan icon-nya lalu memilih Run as administrator.

Bila plugin telah ter-install dengan benar, pengguna dapat segera membuat proyek baru dengan memilih menu File, New Project, Java ME, dan men-klik pada J2ME Polish Project.  Kotak dialog New Project yang muncul terlihat sedikit berbeda dari biasanya.  Misalnya, sekarang pengguna dapat menentukan lokasi ia men-install J2ME Polish.  Akan tetapi, halaman yang paling berubah dari biasanya adalah halaman Select Target Devices.  Pilihan device terlihat semakin banyak berkat komponen Marjory dari J2ME Polish.  Coba mulai dengan memilih Configuration “CLDC/1.1“, profiles “MIDP/2.1“, dan salah satu device Nokia seperti “Nokia E66″.

Halaman "Select Device Type"

Di NetBeans, J2ME Polish membuat turunan dari build-impl.xml milik NetBeans sehingga pada saat tombol “Run” ditekan, yang akan dikerjakan adalah Ant’s Task milik proyek J2ME Polish.  Untuk melihat Ant’s Task yang telah dimodifikasi tersebut, buka proyek melalui window Files, kemudian double-click pada build.xml.

Saya menemukan masalah pada saat akan menjalankan proyek, dimana window Output memunculkan kesalahan:

java.io.IOException: Cannot run program "jvisualvm": CreateProcess error=2, The system cannot find the file specified

Kesalahan ini terjadi karena pada saat menjalankan emulator, J2ME Polish juga menjalankan profiler, dalam hal ini adalah JVisualVM.  Akan tetapi cara pemanggilan JVisualVM tersebut tidak diikuti dengan lokasi path yang lengkap!  Hal ini menyebabkan ProcessBuilder tidak menemukan file yang akan dijalankan.

Solusi yang paling mudah adalah dengan meng-edit file build.xml untuk mematikan profiler.  Lagipula, bagi sebagian orang, menjalankan JVisualVM setiap kali program di-run adalah hal yang menganggu.  Pada bagian <target name=”j2mepolish”>, cari bagian yang bertanggung jawab untuk memanggil emulator, yang isinya seperti berikut ini:

<emulator wait="true" trace="class" securityDomain="trusted" enableProfiler="true" enableMemoryMonitor="false" enableNetworkMonitor="false" if="test and not debug" ></emulator>

Ganti nilai “true” pada atribut enableProfiler, enableMemoryMonitor, dan enableNetworkMonitor menjadi “false“.  Setelah itu, emulator J2ME Polish harusnya dapat berjalan dengan lancar, seperti pada tampilan berikut ini:

Tampilan J2ME Polish

Tampilan J2ME Polish

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: