Mengubah “Kode Program” Aptana Studio 3


Selama ini di lingkungan saya, seorang dosen dipandang terdiri atas 2 golongan: dosen praktisi yang mengisi waktu luang mengajar dimana mereka menceritakan pengalaman mereka, atau mereka yang serius mencari nafkah  dari “teori” pelajaran.   Cara berpikir seperti ini berujung pada pandangan bahwa dosen yang tidak terjun langsung bekerja di industri software memiliki prestige yang lebih rendah.  Saya sendiri memiliki pandangan berbeda dimana dunia akademis/penelitian dan dunia industri adalah dua hal yang berbeda tetapi saling melengkapi.  Pada dunia industri, para pekerja bekerja keras membangun sistem memenuhi kebutuhan bisnis.  Semantara saya memandang dunia akademis sebagai tempat dimana para peneliti mengamati teknik yang dipakai oleh beragam industri, mengembangkannya dan memperbaharuinya.  Sebagai contoh, seorang developer di industri hanya akan berkonsentrasi pada kode program Java dimana ia bisa menyelesaikan kerjaannya secara cepat.  Begitu juga developer PHP dan pekerjaannya.  Mereka umumnya tidak punya banyak waktu untuk bereksperimen dengan hal-hal diluar kebutuhan perusahaan.  Sementara itu, dosen/professor/peneliti punya banyak waktu untuk mengamati setiap bahasa, membandingkannya, menambahkan kemampuan atau menciptakan bahasa baru yang lebih efektif.  Dengan demikian, dalam pandangan saya, masing-masing memiliki peran penting yang tidak dapat digantikan, baik itu peneliti maupun praktisi.

Dikti sering kali me-“maksa” dosen untuk meneliti.  Ini adalah hal bagus.  Di bidang computer science (TI), para dosen bisa mulai dengan membongkar kode program open source.  Alangkah indahnya bila dosen yang mengajar matakuliah database adalah dosen yang sudah biasa mengotak-atik kode program MySQL yang bebas di-download. Hal ini sama halnya seperti  para calon dokter di-didik untuk memahami cara kerja organ tubuh secara detail dan rinci;  mereka tidak mungkin hanya perlu diajarin resep praktis seperti “kalau demam, kasih saja paracetamol dan vitamin”.  Selain itu, program open source dapat dipakai untuk menunjukkan kepada mahasiswa se-‘rumit’ apa sebuah software yang sehari-hari mereka pakai (yang menjadi alasan kenapa mereka butuh arsitektur yang jelas dan tidak membuat kode program sesuka hati sesuai mood).

Aptana Studio 3 adalah salah satu software open source berbasis Eclipse yang menarik untuk dijadikan bahan pembelajaran (atau penelitian).  Mengapa?  Karena saat mencoba memakai versi terbarunya, saya menemukan bahwa code assistant untuk jQuery tidak bekerja dengan baik.   Aptana Studio 3 dikembangkan dengan Eclipse RCP, sehingga kode program GUI-nya sudah adalah kode program Eclipse RCP.  Hal ini akan mempermudah memahami dan mengembangkan Aptana Studio 3.  Dosen pembimbing dan tim asistan lab, misalnya, dapat menambahkan fitur yang sering diperlukan oleh programmer  jQuery, seperti dukungan code assistant saat mengetik selector di jQuery;  mengetik $(“.b –> akan muncul code assistant untuk .baru dan .buat sesuai dengan class yang ada di HTML.

Sebelum mulai mengembangkan Aptana Studio 3, pertanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara mengambil source code dan menghasilkan program dari source code tersebut? Langkah pertama adalah men-download  Eclipse for RCP and RAP Developers.  Ini adalah IDE yang dipakai untuk mengembangkan plugin  Eclipse dan aplikasi berbasis Eclipse RCP .  Versi yang disarankan adalah  http://www.eclipse.org/downloads/packages/eclipse-rcp-and-rap-developers/indigosr1.

Langkah berikutnya adalah mengambil source code dari Git.  Karena Eclipse for RCP and RAP Developers telah dilengkapi dengan plugin EGit, saya dapat langsung men-download dari dalam Eclipse.  Caranya adalah dengan memilih menu File, Import.  Kemudian saya memilih Git, Projects from Git dan men-klik tombol Next.  Lalu, saya men-klik tombol Clone… Pada dialog yang muncul, saya mengisi URI dengan git://github.com/aptana/studio3 seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Memilih Source Git Repository

Memilih Source Git Repository

Lalu saya men-klik tombol Next.  Pada daftar Brach Selection, saya memilih Development untuk mendapatkan source code terbaru yang sedang dikerjakan oleh developer lain.  Setelah itu saya men-klik tombol Finish. Setelah kembali ke halaman Select A Git Repository, saya memilih repository studio3 dan men-klik tombol Next.  Lalu pada halaman berikutnya, saya memilih Import existing projects dan men-klik tombol Next.   Pada halaman berikutnya, saya memberi centang pada seluruh project yang ada dengan memilih Select All, kemudian saya men-klik tombol Finish. Saya memastikan sedang terkoneksi ke internet karena eGit akan men-download source code Aptana Studio 3 dari repository Git.

Setelah selesai, saya mengulangi hal yang sama untuk mengambil proyek yang ada di lokasi berikut ini:

  • git://github.com/aptana/studio3-rcp
  • git://github.com/aptana/libraries_com

Karena saya tidak akan bekerja dengan PHP, Python dan Ruby, saya tidak mengambil kode program yang tidak dibutuhkan.

Langkah berikutnya adalah menghilangkan pesan kesalahan pada kode program.  Aptana Studio 3 tidak menyertakan library FTP dengan alasan lisensi.  Beruntungnya, saya juga tidak butuh fitur FTP, sehingga saya bisa menghapus proyek plugin yang berhubungan dengan FTP. Karena telah menghapus plugin FTP, saya perlu menyesuaikan dengan dependency yang ada.   Beberapa perubahan yang saya lakukan adalah:

  1. Mengedit file MANIFEST.MF di com.aptana.ide.libraries.subcription dimana saya menghilangkan seluruh baris Export-Package yang ada.
  2. Membuka plugin com.aptana.syncing.ui.  Menghapus referensi ke com.aptana.filesystem.ftp.FTPConnectionPoint dan com.aptana.ui.ftp.internal.FTPPropertyDialogProvider di file SiteConnectionPropertiesWidget.java.  Juga menghapus referensi ke com.aptana.ui.ftp.preferences.UpdatePermissionsComposite di file SmartSyncDialog.java.
  3. Membuka MANIFEST.MF untuk com.aptana.syncing.ui.  Lalu menghapus baris yang mengandung com.aptana.filesystem.ftp dan com.aptana.ui.ftp.

Perubahan lain yang saya lakukan adalah:

  1. Plugin com.aptana.portal.ui.  Mengubah file BrowserFunctionWrapper.java dan BrowserWrapper.java dengan menghilangkan referensi ke com.aptana.swt.webkitbrowser.BrowserFunction.
  2. Menutup atau menghapus project yang diakhiri oleh tests karena project tersebut hanya dibutuhkan untuk pengujian.

Bagaimana cara mencari sebuah file secara cepat di tumpukan proyek yang segitu banyaknya?   Berikut ini adalah contoh tampilan project Eclipse yang ada:

Daftar Eclipse Project Yang Membentuk Aptana Studio 3

Daftar Eclipse Project Yang Membentuk Aptana Studio 3

Rasanya akan cape sekali mencari sebuah file dengan membuka setiap tree proyek satu per satu.  Saya selalu membiasakan diri menekan shortcut Ctrl+Shift+R di Eclipse.   Shortcut ini akan memunculkan dialog Open Resource dimana saya bisa melakukan pencarian dengan mengetikkan nama file seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Dialog Open Resource

Dialog Open Resource

Untuk menjalankan program Aptana Studio 3, saya perlu membuka file aptana.product, kemudian memilih Launch an Eclipse application, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Menjalankan aplikasi

Menjalankan aplikasi

Bila seandainya perubahan telah selesai dibuat, saya harus membuat binary untuk distribusi.  Caranya adalah dengan membuka file aptana.product dan memilih Eclipse Product export wizard seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Membuat binary distribusi untuk proyek

Membuat binary distribusi untuk proyek

Pada dialog Export, saya mengisi Directory dengan lokasi yang akan berisi binary distribusi.  Selain itu, saya juga menghilangkan tanda centang di Generate metadata repository.  Dialog Export akan terlihat seperti pada gambar berikut ini:

Dialog Export

Dialog Export

Setelah proses export selesai, saya bisa menjalankan Aptana Studio 3 hasil perubahan saya dengan membuka folder C:\Program Files\aptana\eclipse, lalu men-double click file AptanaStudio3.exe.

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

2 Responses to Mengubah “Kode Program” Aptana Studio 3

  1. Ping-balik: Membuat View Baru Di Eclipse RCP « The Solid Snake

  2. Ping-balik: Menambahkan Content Assistant Untuk jQuery Di Aptana Studio 3 « The Solid Snake

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: