Terintegrasi Dengan Memakai Eclipse Grails Plugin Di STS


Grails adalah sebuah framework untuk pengembangan web secara agile dengan memakai Groovy.   Untuk memakai Grails, saya perlu memberikan perintah di Command Prompt, misalnya selalu dimulai dengan perintah grails create-app untuk membuat proyek baru.  Untuk menjalankan proyek, saya perlu mengetik perintah grails run-app.  Dan seterusnya.

Saat pertama kali memakai Grails, saya langsung teringat pada apa yang dilakukan oleh teman saya yang sedang membuat tesis yang melibatkan Symfony, sebuah framework agile untuk PHP.  Keduanya memiliki kemiripan yang serupa: harus sering-sering memberikan perintah lewat Command Prompt (sebenarnya bukan hanya Symfony, tapi masih banyak lagi, seperti Ruby on Rails dan Zend Framework).

Pada beberapa kali kesempatan, sang teman mencari saya untuk berdiskusi mengenai kode programnya, sehingga terkadang saya harus mengubah kode program di notebook-nya.   Dia tidak memakai sebuah Integrated Development Environment (IDE), melainkan memakai sebuah editor yaitu Komodo Edit.  Dalam hal ini, editor berfungsi memberikan nilai tambah berupa syntax highlightning.  Ada juga project tree untuk melihat folder secara cepat.  Tapi untuk melakukan operasi lain, misalnya menjalankan pengujian, saya perlu menekan ALT+TAB untuk berpindah ke command prompt dan mengetik perintah disana.  Setelah membaca hasil output dari command prompt, saya perlu kembali ke editor, mencari file yang failed di project tree untuk di-edit.

Saya berusaha agar lingkungan pengembangan saya tidak seperti itu saat memakai Grails.  Mungkin hal ini terlihat sepele, tapi pada saat saya sedang ‘aktif’ coding, saya ingin semua referensi yang saya butuhkan muncul pada saat itu juga. Misalnya  bila saya ingin tahu apa isi file tertentu sebelum melanjutkan coding, maka saya ingin isi file tersebut bisa langsung muncul dalam hitungan beberapa detik.  Bila terlalu lama, maka bayangan kode program yang tadinya mengalir dengan lancar bisa sirna, dan saya jadi bertanya dalam hati,  ‘tadi mau ngapain ya?’  Selain itu, kadang-kadang saya menghabiskan waktu berjam-jam karena sebuah bug yang timbul hanya karena saya membuat sebuah asumsi atau perkiraan yang salah; padahal saya bisa memastikan kebenaran asumsi saya dengan membuka file lain yang terkait, tetapi karena repot mencari jarum di tumpukan jerami, saya memilih untuk bergantung sepenuhnya pada asumsi.   Tapi ada kasusnya saya memakai editor, misalnya saat melakukan perubahan minor pada proyek yang sudah jadi di server.

Saya beruntung karena ada plugin Eclipse Grails untuk Spring Tool Suite (berbasis Eclipse).  Setelah meng-install plugin ini, yang saya lakukan adalah menentukan lokasi Grails yang akan dipakai dengan memilih menu Window, Preferences, Groovy, Grails seperti yang terlihat di gambar berikut ini:

Menentukan Instalasi Grails Yang Dipakai

Menentukan Instalasi Grails Yang Dipakai

Untuk membuat sebuah proyek Grails baru, saya tinggal memilih menu File, New, Grails Project, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Membuat Proyek Grails Baru

Membuat Proyek Grails Baru

Struktur proyek yang ditampilkan di Project Explorer tidak sepenuhnya sesuai dengan struktur folder proyek, melainkan ada pengkategorian secara logika, misalnya domain, controllers, views, dan sebagainya seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Struktur Proyek Grails

Struktur Proyek Grails

Lalu bagaimana caranya memberikan perintah yang sebelum diberikan melalui Command Prompt?  Saya bisa men-klik icon Grails Command History seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Grails Command History

Grails Command History

Akan muncul sebuah popup dimana saya bisa mengetik perintah Grails (dan tetap ada Ctrl+Space untuk completion) seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Memberikan perintah Grails

Memberikan perintah Grails

Untuk menjalankan aplikasi, bisa juga langsung dari tombol Run As..  yang memiliki shortcut untuk perintah run-app seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Menjalankan Proyek

Menjalankan Proyek

Pada saat membuat kode program, saya dapat menahan tombol Ctrl dan men-klik  sebuah identifier untuk menampilkan file dimana ia didefinisikan.  Shortcut Ctrl+Shift+R untuk mencari file yang ada di proyek juga bisa bekerja dengan baik, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Shortcut Ctrl+Shift+R di Eclipse

Shortcut Ctrl+Shift+R di Eclipse

Hasil test reports selain dapat dibaca dengan mudah versi HTML-nya,  juga dapat ditampilkan dalam bentuk  JUnit View yang  familiar, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Melihat Test Reports

Melihat Test Reports

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: