Apa Bedanya Adobe Illustrator Dengan Photoshop?


Pada suatu hari, saya meminta mahasiswa untuk merancang gambar yang dipakai pada pemograman game. Saya menyarankan mereka untuk menggunakan Adobe Illustrator. Seorang mahasiswa pencinta Photoshop kontan protes dan segera membela tool kesayangannya. Mengapa memakai Illustrator? Berbeda dengan Photoshop, Illustrator menyimpan data dalam bentuk vector sehingga scalable. Bila pengguna Photoshop cenderung menggunakan brush untuk mempoles gambar, maka pengguna Illustrator lebih sering memanipulasi bentuk (shape dan anchor point). Hal ini membuat Illustrator sangat nyaman dipakai untuk merancang gambar seperti kartun dan icon.

Pada Illustrator, terdapat 2 tool pemilihan utama yang sering digunakan, yaitu Selection Tool (V) dan Direct Selection Tool (A) seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Selection dan Direct Selection Tool

Selection dan Direct Selection Tool

Dengan Direct Selection Tool, saya bisa memilih setiap titik (disebut sebagai anchor point) pada sebuah bentuk. Dengan demikian, saya bisa memanipulasi setiap anchor point yang ada. Sebagai contoh, saya bisa mengubah sebuah persegi panjang menjadi trapesium:

Memodifikasi anchor point

Memodifikasi anchor point

Saya juga bisa melakukan hal di atas dengan Photoshop! Untuk menghapus atau menambah anchor point di Photoshop, saya dapat memilih tool yang terletak di kotak yang sama dengan Pen Tool (P). Selain itu, Direct Selection Tool (A) di Photoshop tersembunyi karena terdapat di kotak yang sama dengan Path Selection Tool (A).

Illustrator memiliki menu khusus untuk memanipulasi path yang dapat diakses di Object, Path. Sebagai contoh, tidak ada cara cepat untuk membuat shape segitiga di versi Photoshop yang saya pakai. Sebaliknya, membuat segitiga sangat mudah di Illustrator. Saya mulai dengan membuat sebuah persegi panjang dan memilih anchor point di sudut kiri atas dan kanan atas. Setelah itu, seusai memakai menu Object, Path, Average…, saya akan memperoleh sebuah segitiga seperti pada gambar berikut ini:

Membuat segitiga

Membuat segitiga

Sama seperti di Photoshop, saya juga dapat mengatur stroke dan mengisi sebuah bentuk dengan gradien di Illustrator. Sebagai contoh, saya akan menghapus stroke dan mengisi bentuk trapesium yang saya buat dengan gradien seperti pada gambar berikut ini:

Mengisi trapesium dengan gradien

Mengisi trapesium dengan gradien

Satu hal yang tidak bisa saya lakukan di Photoshop secara cepat adalah menghaluskan ujung (rounding) pada trapesium ini. Photoshop memang menyediakan pengaturan penghalusan ujung untuk persegi panjang, tapi setelah dimodifikasi menjadi trapesium, saya tidak menemukan pengaturan tersebut lagi. Di Illustrator, saya dapat melakukan hal ini cukup dengan memilih menu Effect, Stylize, Round Corners… seperti pada gambar berikut ini:

Menghaluskan ujung trapesium

Menghaluskan ujung trapesium

Saya kemudian membuat dua trapesium lain di samping kiri dan kanan sehingga gambar saya terlihat seperti pada gambar berikut ini:

Membuat trapesium baru di sisi kiri dan kanan

Membuat trapesium baru di sisi kiri dan kanan

Sekarang, saya ingin sebuah trapesium di bagian bawah untuk melengkapi bagian yang kosong. Pada Photoshop, saya harus menggambarnya secara manual. Illustrator menawarkan cara lain melalui penggunaan Shape Builder Tool (Shift+M). Dengan Shape Builder Tool, saya bisa menggabungkan atau menghapus (dengan menahan tombol Alt) bagian kombinasi dari beberapa shape. Sebagai contoh, saya membuat sebuah persegi panjang dan meletakkannya di belakang (dengan memilih Object, Arrange, Send To Back) seperti pada gambar berikut ini:

Menambahkan sebuah persegi panjang

Menambahkan sebuah persegi panjang

Setelah itu, saya memilih seluruh shape yang ada, kemudian membuang bagian yang tidak dibutuhkan dengan menggunakan Shape Builder Tool:

Memakai shape builder tool

Memakai shape builder tool

Setiap shape di Illustrator bisa memiliki lebih dari satu fill atau stroke dengan effect-nya masing-masing, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Lebih dari 1 fill pada shape yang sama

Lebih dari 1 fill pada shape yang sama

Hal serupa dapat dicapai di Photoshop dengan cara yang lebih rumit, misalnya dengan membuat beberapa fill layer yang dikombinasikan dengan layer mask sehingga hanya berlaku untuk shape yang dikehendaki (bukan bagian gambar lainnya).

Langkah berikutnya, saya menambahkan sebuah persegi panjang baru sehingga gambar saya terlihat seperti pada gambar berikut ini:

Membuat persegi panjang baru

Membuat persegi panjang baru

Untuk memberikan ujung yang baru pada bagian bawah persegi panjang, saya dapat menggunakan Direct Selection Tool untuk memilih kedua anchor point di ujung kiri bawah dan kanan bawah, kemudian mengisi nilai corners seperti pada gambar berikut ini:

Menghaluskan hanya ujung kiri bawah dan kanan bawah

Menghaluskan hanya ujung kiri bawah dan kanan bawah

Hal serupa juga dapat dilakukan di Photoshop dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengisi nilai rounding di window Properties.

Bila pengguna Photoshop seringkali memoles gambar dengan menggunakan brush, maka pengguna Illustrator memoles kartun dengan potongan shape melalui fasilitas Pathfinder. Sebagai contoh, saya bisa menduplikasi persegi panjang yang baru dibuat sebanyak dua kali. Saya kemudian menggeser salah satu persegi panjang ke kanan sebanyak 1 piksel. Setelah itu, saya memilih kedua persegi panjang dan memilih Minus Front dari window Pathfinder untuk memperoleh sebuah shape baru seperti pada gambar berikut ini:

Memakai pathfinder

Memakai pathfinder

Saya kemudian melakukan hal yang sama untuk membuat shape di ujung kanan. Setelah itu, saya bisa memberikan gradiasi berbeda pada shape baru yang terbentuk di ujung kiri dan kanan, seperti pada gambar berikut ini:

Gradiasi berbeda di ujung sisi  kiri dan kanan

Gradiasi berbeda di ujung sisi kiri dan kanan

Karena hasil akhir di Illustrator adalah vector, saya tidak perlu khawatir gambar menjadi rusak saat diperbesar atau diperkecil. Vector aman untuk di-resize. Sebagai contoh, pada hasil akhir berikut ini, gambar dapat ditampilkan dengan baik pada beberapa ukuran yang berbeda:

Gambar dengan ukuran 256 x 256 piksel

Gambar dengan ukuran 256 x 256 piksel

Gambar dengan ukuran 128 x 128  piksel

Gambar dengan ukuran 128 x 128 piksel

Gambar dengan ukuran 64 x 64  piksel

Gambar dengan ukuran 64 x 64 piksel

Gambar dengan ukuran 48 x 48 piksel

Gambar dengan ukuran 48 x 48 piksel

Gambar dengan ukuran 32 x 32 piksel

Gambar dengan ukuran 32 x 32 piksel

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: