Membuat Aplikasi Android Dengan Groovy


Salah satu fasilitas baru pada Groovy 2.4 adalah kini ia dapat dipakai untuk membuat aplikasi Android. Walaupun masa depan Groovy di Android masih terlalu dini untuk ditentukan, teknologi yang dipakai kebetulan adalah semua yang sudah saya gunakan sehari-hari. Dari sisi IDE, Google menawarkan Android Studio yang tidak lain adalah IntelliJ IDEA (termasuk pendukung utama Groovy). Build system resmi untuk Android adalah Gradle yang juga sudah sering saya gunakan. Lalu, seperti apa rasanya membuat aplikasi Android dengan menggunakan Groovy?

Saya akan mulai dengan membuat sebuah proyek baru di Android Studio. Saya memilih Add No Activity pada saat panduan proyek baru ditampilkan. Setelah itu, pada bagian Gradle Scripts, saya akan menjumpai dua buah file konfigurasi Gradle. Saya kemudian membuka file build.gradle untuk konfigurasi proyek dan mengubahnya sehingga terlihat seperti berikut ini:

// Top-level build file where you can add configuration options common to all sub-projects/modules.

buildscript {
    repositories {
        jcenter()
    }
    dependencies {
        classpath 'com.android.tools.build:gradle:1.0.0'
        classpath 'org.codehaus.groovy:gradle-groovy-android-plugin:0.3.5'

        // NOTE: Do not place your application dependencies here; they belong
        // in the individual module build.gradle files
    }
}

allprojects {
    repositories {
        jcenter()
    }
}

Saya menambahkan sebuah baris baru agar Gradle men-download plugin Gradle yang memungkinkan kompilasi file Groovy untuk Android (https://github.com/groovy/groovy-android-gradle-plugin). Untuk memulai proses download, saya men-klik link Sync Now yang muncul di atas layar.

Berikutnya, saya kemudian membuka file build.gradle untuk konfigurasi module dan mengubahnya sehingga terlihat seperti berikut ini:

apply plugin: 'com.android.application'
apply plugin: 'groovyx.grooid.groovy-android'

android {
    compileSdkVersion 21
    buildToolsVersion "21.1.2"

    defaultConfig {
        applicationId "snake.com.latihangroovy"
        minSdkVersion 19
        targetSdkVersion 21
        versionCode 1
        versionName "1.0"
    }
    buildTypes {
        release {
            minifyEnabled false
            proguardFiles getDefaultProguardFile('proguard-android.txt'), 'proguard-rules.pro'
        }
    }
}

dependencies {
    compile fileTree(dir: 'libs', include: ['*.jar'])
    compile 'com.android.support:appcompat-v7:21.0.3'
    compile 'org.codehaus.groovy:groovy:2.4.0:grooid'
}

Pada file ini, saya menambahkan dependency ke Groovy 2.4.0 (yang memiliki classifier grooid) dan juga menambahkan perintah apply plugin untuk mengaktifkan plugin groovy-android. Seperti sebelumnya, saya kembali men-klik link Sync Now agar file yang dibutuhkan di-download oleh Android Studio.

Setelah itu, saya beralih dari Android view menjadi Project view dengan memilihnya seperti pada gambar berikut ini:

Pindah ke view project

Pindah ke view project

Saya kemudian membuat sebuah folder baru bernama groovy di src\main dengan men-klik kanan main dan memilih New, Directory. Hasil akhirnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini:

Membuat folder src/main/groovy

Membuat folder src/main/groovy

Masih di folder groovy, saya men-klik kanan folder tersebut dan memilih menu New, Java Class untuk membuat sebuah class baru dengan nama snake.com.latihan.MainActivity. File yang dihasilkan secara default memiliki ekstensi *.java. Saya perlu mengubahnya menjadi *.groovy dengan men-klik kanan nama class dan memilih Refactor, Rename File….

Setelah itu, saya bisa mengetik kode program untuk MainActivity dalam bahasa Groovy, misalnya seperti berikut ini:

Mengetik kode program activity dalam bahasa Groovy

Mengetik kode program activity dalam bahasa Groovy

Walaupun mirip Java, bahasa yang saya pakai adalah Groovy. Perhatikan bahwa saya tidak perlu menggunakan tanda titik koma (;). Saya juga bisa menyisipkan nama variabel langsung ke dalam string.

Sekarang, saya perlu mendaftarkan MainActivity sebagai activity yang akan dikerjakan pada saat aplikasi dijalankan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah isi file AndroidManifest.xml menjadi seperti berikut ini:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    package="snake.com.latihan" >

    <application android:label="@string/app_name" >
        <activity android:name=".MainActivity" >
            <intent-filter>
                <action android:name="android.intent.action.MAIN" />
                <category android:name="android.intent.category.LAUNCHER" />
            </intent-filter>
        </activity>
    </application>

</manifest>

Sekarang, saya bisa menjalankan aplikasi dengan men-klik tombol Run. Bila saya menjalankannya pada perangkat Android, saya akan memperoleh hasil seperti pada gambar berikut ini:

Tampilan program pada saat dijalankan

Tampilan program pada saat dijalankan

Dan pada akhirnya saya berhasil menjalankan program Groovy pertama di Android.

Perihal Solid Snake
I'm nothing...

2 Responses to Membuat Aplikasi Android Dengan Groovy

  1. Ping-balik: Belajar Memakai Implicit Intent Di Android | The Solid Snake

  2. Ping-balik: Belajar Membuat Widget Di Android | The Solid Snake

Apa komentar Anda?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: